Dinanti Lebih dari Satu Dekade, Jembatan Akses Pertanian Bukit Biru Akhirnya Dibangun

img

Lurah Bukit Biru, Sudiyarso bersama jajaran saat meninjau lokasi pembangunan jembatan di kawasan pertanian Bukit Biru. (Doc. Pemerintah Kelurahan Bukit Biru)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Penantian lebih dari satu dekade petani di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), terhadap akses utama bagi keberlangsungan pertanian yang lebih layak mulai terjawab.

 

Jembatan yang sebelumnya hanya berupa konstruksi darurat dari susunan kayu kini mulai dibangun secara permanen oleh anggota TNI pada 2026.

 

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatanisasi Beton Garuda Tahap VI.

 

Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengatakan pembangunan itu menjadi kebutuhan penting karena jalur tersebut selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian.

 

“Sebenarnya fungsi jembatan itu lebih ke arah jalan pertanian. Panjangnya sekitar enam meter dan akses ini digunakan untuk mobilitas para petani di tempat kami,” ujarnya kepada Poskotakaltimnews pada Jumat (24/7/2026).

 

Selama bertahun-tahun, petani harus memanfaatkan jembatan sederhana dari kayu gelondongan yang disusun secara swadaya agar tetap dapat menuju lahan.

 

Kondisi tersebut turut menyulitkan mobilitas, terutama saat membawa kebutuhan pertanian maupun mengangkut hasil panen.

 

“Jembatan itu untuk distribusi petani dan mobilitas warga juga. Karena di ujung itu ada dua rumah, jadi fungsinya tidak hanya untuk petani, tetapi juga untuk masyarakat,” ungkapnya.

 

Pengerjaan jembatan oleh anggota TNI menjadi tahap awal dalam meningkatkan konektivitas di kawasan pertanian di wilayah Bukit Biru.

 

Sebab, selain jembatan, kondisi akses jalan di sekitarnya masih membutuhkan penanganan lanjutan.

 

“Paling tidak jembatannya dulu jadi, baru kita memikirkan jalannya. Walaupun turap jalannya ada sebagian yang bergeser, nanti pelan-pelan kami usulkan,” jelasnya.

 

Sudiyarso menyebut terdapat dua titik jembatan yang mendapat penanganan.

 

Proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap dan salah satu di antaranya masih dalam proses pembangunan.

 

“Jembatannya ada dua. Yang satunya masih berproses. Kami juga sangat berterima kasih dengan adanya pembangunan ini,” ucapnya.

 

Pembangunan tersebut disambut positif oleh kelompok tani, sebelum tersentuh pembangunan permanen, petani bergotong royong membuat akses seadanya menggunakan kayu agar aktivitas menuju lahan tetap berjalan.

 

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bukit Biru, Hasim Adnan, mengatakan keberadaan jembatan yang layak telah lama menjadi kebutuhan para petani.

 

“Jembatan ini merupakan akses yang paling utama dan paling kami tunggu. Selama ini kami hanya mengandalkan jembatan kayu yang dibangun secara swadaya bersama para petani,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kondisi akses sebelumnya cukup membatasi kendaraan yang digunakan untuk menunjang kegiatan pertanian.

 

Kehadiran jembatan permanen nantinya diharapkan membuat proses keluar masuk hasil produksi menjadi lebih mudah.

 

“Kalau jembatan ini selesai, kami akan lebih mudah melakukan aktivitas, terutama membawa kebutuhan ke lahan maupun mengangkut hasil panen,” tuturnya.

 

Lebih dari sekadar menunjang sektor pertanian, salah satu jembatan juga menjadi akses menuju rumah warga.

 

Karena itu, pembangunan dua jembatan tersebut dinilai memiliki manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

 

Hasim menyebut salah satu akses itu telah menunggu pembangunan selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya mendapat penanganan tahun ini.

 

“Dengan adanya pembangunan dua jembatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan anggota TNI yang mengerjakannya,” tuturnya.

 

Ia berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga petani tidak lagi bergantung pada jembatan kayu swadaya.

 

Akses yang lebih baik juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur dan diperhatikan. Ini sudah lama kami tunggu, mudah-mudahan setelah jembatan selesai, aktivitas petani dan warga semakin lancar,” pungkasnya. (Kriz)